Imlek di Karawang di Galuh Mas Amin Supriyadi

Imlek di Karawang di Galuh Mas Amin Supriyadi, Amin Supriyadi, Imlek
Seperti apa Imlek di Karawang di Galuh Mas Amin Supriyadi ? Jadi, dalam hal toleransi dan kerukunan beragama, Karawang sepertinya patut dijadikan contoh oleh daerah-daerah lainnya. Hal ini karena masyarakat Karawang tergolong heterogen meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam.

Sikap toleransi dan kerukunan dapat terpelihara dengan baik bila pemimpinnya memiliki kepedulian yang sama. Dalam hal kepedulian pemimpin terhadap hal tersebut, Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana patut dijadikan contoh.


Dalam setiap kesempatan perayaan keagamaan, Bupati Cellica Nurrachadiana selalu menyempatkan diri untuk hadir. Salah satu perayaan keagamaan bersama yang selalu rutin dihadiri Bupati Cellica adalah Imlek. Sebagaimana diketahui, perayaan Imlek di Karawang di Galuh Mas Amin Supriyadi digelar pihak Pemkab Karawang selalu berpusat di Galuh Mas.


Perumahan Galuh Mas adalah kawasan  pertama di Karawang yang dibangun PT Galuh Citarum. Peruahaan ini adalah milik Amin Supriyadi yang juga sudah puluhan tahun menjadi warga Karawang.

Visi Bupati Cellica mengatakan tentang pentingnya keberagaman dapat kita simak dari pidatonya pada acara imlek bersama pada beberapa waktu lalu. Menurut Bupati Cellica, perayaan Gong Xi Fat harus mampu memberikan pencerahan bagi kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan kebersamaan.


“Oleh karena itu marilah kita secara bersama-sama membangun masa depan bangsa, dengan dijiwai semangat dan nilai-nilai kerukunan umat beragama. Karena tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan, permusuhan dan kebencian, akan tetapi semua agama mengajarkan umatnya untuk saling pengertian, saling menghormati dan saling mengasihi tanpa membeda-bedakan suku, ras, golongan dan status sosialnya” ujar bupati Cellica.


Lebih lanjut Bupati Cellica menjelaskan, walaupun Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam, namun telah mempelopori pluralisme agama yang tertuang dalam falsafah Pancasila dan UUD Tahun 1945 hingga lahirlah konsep : “Tri Kerukunan Umat Beragama” yaitu

(1) kerukunan intern umat beragama
(2) kerukunan antar umat beragama
(3) kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.

Karena itu Bupati Cellica berharap kepada semua jajaran  untuk senantiasa memberikan pelayanan publik yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk masyarakat Tionghoa, dan termasuk penganut Agama Khong Hu Chu.


“Marilah kita bangun masa depan bangsa, dengan semangat persatuan dan persaudaraan yang dilandasi semangat kerukunan umat beragama serta raihlah kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Share on Google Plus

About Kamal Diva

Author And Services Increase Website
    Comment
    Facebook Comment