Amin Dalam Bahasa Ibrani

Amin Dalam Bahasa Ibrani, Amin Supriyadi
Amin bahasa Ibrani adalah amen Tiberias dan di dalam bahasa Arab: آمين/أٰمِيْنَ, ʾserta di dalam bahasa Inggris: Amen adalah sebuah kata yang dalam bahasa Ibrani berarti pasti atau tentu. 
Kata ini menjadi jawaban liturgis yang dengannya para penyembah mengidentifikasi diri dengan doa pujian atau doa permohonan sebelumnya. Di dalam bahasa Ibrani kata ini memiliki konotasi kebenaran dan kesetiaan.

Kata ini diucapkan di belakang ucapan-ucapan yang khidmat, misalnya ucapan berkat atau memuliakan Allah. Kata Amin tersebut sering mengawali wacana Yesus dalam Injil Yohanes dan merupakan ungkapan keyakinan Yesus akan kekuasaan-Nya. 
Ia menggunakan kata ini untuk menekankan ucapan-Nya, misalnya dalam Injil Yohanes pasal 5 dan 16. Penggunaannya di dalam Injil ini mungkin lebih merupakan pencerminan kepercayaan Kristen ketimbang rekaman ucapan-ucapan Yesus yang sebenarnya. 

Di dalam Kitab Wahyu pasal 3 ayat 14 Yesus sendiri disebut "Amin".
Gelar atau sebutan itu diberikannya sendiri yang berarti "saksi yang benar dan setia". Kata Amin juga sering dipakai sebagai penutup doa.
 Jika di dalam doa, kata ini berarti "Allah pasti mendengarkan doa ini".

Dalam Islam, kata āmīn (أٰمِيْنَ) biasa diucapkan setelah membacakan Surah Al-Fatihah. Dalam Bahasa Arab, āmīn (أٰمِيْنَ) berarti "kabulkanlah"

Namun, ada tiga macam kata lain dalam Bahasa Arab yang juga dibaca "Amin":
أَمِيْنٌ (amīn), artinya "orang yang amanah atau terpercaya". (Kata ini juga dipakai untuk menggelari Nabi Muhammad debgan gelar "Al-āmīn")
أٰمِنْ (āmin), artinya "berimanlah" atau "berilah jaminan keamanan".
آمِّيْنَ (āmmīn, dengan ā sangat panjang/sepanjang 5 harakat), artinya "orang yang bermaksud menuju suatu tempat".
Baca juga amin supriyadi liu.
Share on Google Plus

About Kamal Diva

Author And Services Increase Website
    Comment
    Facebook Comment