Amin Supriyadi Liu Mengapresiasi Negosiator Abu Sayyaf

Amin Supriyadi Liu Mengapresiasi Negosiator Abu Sayyaf, Amin Supriyadi Liu
Bp Amin Supriyadi Liu, pengusaha nasional bidang properti, berterima kasih pada negosiator Abu Sayyaf pasalnya berhasil membebaskan  dalam pemulangan 10 warga negara Indonesia yang disandera oleh perompak di Filipina pimpinan Abu Sayyaf. Beliau sangat mengapresiasi hasil kerja mereka.

"Banyak pihak yang turut berkontribusi dalam hal memulangkan 10 WNI ini, ada peran media, peran pemerintah dan juga peran pengusaha turut berkontribusi. Tapi peran yang paling penting adalah duta besar Indonesia di FIlipina yang menjadi negosiator ini," kata Bp Amin Supriyadi Liu.


Amin Supriyadi Liu menyatakan 10 WNI yang dipulangkan dan dibebaskan tersebut merupakan hasil negosiasi tanpa ada uang tebusan. Hal itu juga dibenarkan oleh negosiator. Ia menekankan bahwa pembebasan 10 WNI tersebut murni atas hasil negosiasi tanpa adanya uang tebusan. "Ini full negosiasi. Ada sahabat saya Pak Baidowi dengan teman-teman mereka yang atur, kita tindak lanjutnya," tutur Eddy.


Amin Supriyadi Liu pun setuju apa yang dilakukan negosiator dengan melakukan pendekatan hubungan antarpersonal. Dia mengungkapkan bahwa pendekatan yang dilakukan lebih kepada hubungan antarpersonal yang sudah terjalin melalui kerja sama pendidikan.


"Ini merupakan hal yang baik, bagaimana komunikasi dan membina hubungan yang baik dengan setiap orang merupakan terpenting dalam kehidupan kita bersama. Contoh kongkritnya sudah ada seperti ini," ujar Amin Supriyadi Liu Komisaris Utama PT Galuh Citarum itu.


Kata Edi, pihaknya sempat mengadakan riset pendidikan di daerah Filipina bersama dengan tim Baidowi 2012 silam tentang terorisme. Dia menganalogikan "anak nakal dalam satu keluarga".


"Ini seperti ada anak nakal dalam satu keluarga. Kan ada anak nakal, nah bagaimana kita komunikasi dengan itu. Kemudian ada yang dituakan, dihormatin. Nah semuanya itu, saya hanya tindak lanjutin," jelas Edi.


Selanjutnya, ada beberapa anggota kelompok teroris Abu Sayyaf  yang sebelumnya pernah ikut program pendidikan Tahun 2012. Hal itulah yang membuka jalan lancarnya negosiasi dengan beberapa anggota kelompok yang terkenal kejam ini.


Namun Edi enggan menjelaskan secara rinci mekanisme pembebasan Abu Sayyaf, apakah menggunakan tebusan atau murni melakukan negosiasi. "Oh itu enggak bisa kita ceritain. Anggap saja ada anak yang badung, kalo anak badung kan kasarnya jangan dimatiin. Jadi intinya itu saja,"

Sumber www.jpnn.com.
Baca juga bp amin bp mandra berharap buruh dekat dengan pengusaha.
Share on Google Plus

About Kamal Diva

Author And Services Increase Website
    Comment
    Facebook Comment